Haque Sisters, Marissa and Soraya, Shahnaz

Haque Sisters, Marissa and Soraya, Shahnaz
Haque Sisters, Marissa and Soraya, Shahnaz

Kami Berenam Insya Allah Kompak

Kami Berenam Insya Allah Kompak
Marissa, Soraya, Shahnaz, Ikang, Ekky, dan Gilang

Ikang Fawzi dan Ayah Mertuanya di Portugaal, Belanda

Ikang Fawzi dan Ayah Mertuanya di Portugaal, Belanda
Ikang Fawzi Kompak dengan Ayah Mertuanya Direktur di Pertamina H. Allen Haque

Soraya Haque yang Takut di Foto di Temani Papanya

Soraya Haque yang Takut di Foto di Temani Papanya
Hut Marissa Haque di Plaju Palembang

Ikang Fawzi dan sang Mertua Allen Haque dalam Pendidikan untuk Anak melalui Mendongeng

Ikang Fawzi dan sang Mertua Allen Haque dalam Pendidikan untuk Anak melalui Mendongeng
Kisah Malin Kundnag yang Durhaka dan Batu Menagis di Pantai Air Manis, Kota Padang, Ikang Fawzi dan Kedua Balita Putrinya bersama sang Kakek Opa Allen Haque.

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) & Konsultan Perkawinan

Early Child Educations & Mid-life Couple Consultant

Judul diatas tersebut adalah obsesi pengabdian kami bertiga--Marissa, Soraya, dan Shahnaz Haque.

Makna dalam Bahasa Indonesianya kurang lebih adalah: "PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Konsultan Perkawinan Menuju Perak & Emas"

Kami bertiga merasa bahwa ada hal-hal baik yang kami dapatkan dari kedua orangtua kami didalam proses pendidikan kepada ketiga putrinya. Apa yang kami rasakan baik, ditambah dengan pengetahuan serta keilmuan baik formal maupun informal kami coba-tularkan kepada seluruh kerabat serta handai taulan--orang-orang yang dekat dihati. Kepada anda semua masyarakat Indonesia dimanapun berada.

Viva generasi penerus anak bangsa Indonesia!

Lahir dari Keluarga Pertamina Plaju, Palembang

Lahir dari Keluarga Pertamina Plaju, Palembang
Haque Sisters, Marissa dan Soraya Haque, 5 dan 4 Tahun di Plaju dan Palembang

Haque Sisters, by Oil of Olay, Marissa, Soraya dan Shahnaz

Haque Sisters, by Oil of Olay, Marissa, Soraya dan Shahnaz
Haque Sisters dalam Promo Iklan Kecantikan Oil of Olay

The Haque Sisters

The Haque Sisters
Marissa, Soraya dan Shahnaz Haque

Senin, 20 Desember 2010

Ikang Fawzi Serius di Musik & Serius di Pendidikan (Nilai Ujian Thesis MBA dapat "A" Bulat): Marissa Haque

Ikang Fawzi Raih Gelar MBA di UGM

Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran Sindo)

JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, "A". "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MH)," katanya.

Ikang Fawzi Serius di Musik & Serius di Pendidikan (Nilai Ujian Thesis MBA dapat "A" Bulat): Marissa Haque

Ikang Fawzi Raih Gelar MBA di UGM


Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran Sindo)



JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, "A". "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MH)," katanya.

Minggu, 17 Oktober 2010

Dari 3 Haque Sisters Hanya Marissa Haque yang Jadi Aktivis Hukum & Lingkungan Hidup (Hutan)

Tribunnews.com - Minggu, 17 Oktober 2010, 20:10 WIB, Kompas

Marissa Haque, Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fakhrurrodzi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Artis yang juga pegiat lingkungan hidup, Marissa Haque, menjadi pembicara dalam acara Dialog Publik Pulihkan Riau Pulihkan Indonesia Tiga Dekade Walhi, 1980-2010, Minggu (17/10/2010) di Taman Kota Pekanbaru.

Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.

"Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan," kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini.

Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.

"Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi," kata Icha, panggilan akrabnya.

Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. "Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau," ajak Icha.(*)

Editor : Juang_Naibaho
Source : Tribun Pekanbaru


Sumber:
http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau

Terimakasih banyak adinda Oji adikku aktivis Muhammadiyah di Provinsi Riau yang disayang Allah... May God bless you my brother in faith...

Kamis, 04 Februari 2010

Bulan September 1986 di Roma, Italia: Ikang & Marissa

Kota Roma pada Suatu Saat: Ikang & Marissa

Fabiayyiii.. ala'i Robbi Kumma Tukadzdzibaaaan... Ni'mat mana lagi yang hendak engkau dustakan (wahai manusia!)
Tidak ada Ya Rob tidak adaaaa... Ya Allaaaah...
Terimakasih banyak untuk semuanya. Seorang suami baik hati yang sangat kucintai, jalan-jalan keliling Eropa yang tak pernah kuimpikan sebelumnya. Engkau Maha Baik Ya... Allaaaah.... Ya Rahman... Ya Rohiiimm...

Venesia, Italia dalam Kenangan, Ikang dan Marissa, Sept 1986

Sehabis Nikah Siri di Laksanakan Allah SWT Memberi Hadiah BASF Award.


Melalui Lagu Karya fenomenal Ikang Fawzi suamiku tercinta berjudul PREMAN, lalu kami keliling Eropa selama hampir sebulan lamanya.

Kenapa saya Marissa Haque yang bukan penyanyi juga dapat terikut serta oleh suamiku Ikang Fawzi? Tak lain karena Ikang berhasil mneggondol dua kemenangan kategori sekaligus, yaitu: (1) The Best Singer; dan (2) The Best Composer.

Yah... alhamdulillah saya tak salah dalam memilih seorang suami yang sangat menyenangkan hatiku sampai sekarang. Ikang sangat berbakat dan cerdas. Jiwa seninya mengalir bak mata air yang tak pernah kering.

Terimakasih Ya Allaaaaah... Jazakumullah khoir... Aku sangat mencintai Ikang Fawzi suamiku itu...


Sujud syukur kami,
Ikang Fawzi & Marissa Haque

Shahnaz Haque Penyiar Radio Delta Siesta


Radio Delta, Acara Indonesia Siesta, pasti tak lain orang langsung mengidentifikasi perempuan manis-cerewet namun cerdas-kritis serta bertawa renyah itu.
Sitri dari Gilang Ramadhan, di Delta rupanya mendapatkan lawan siaran bernama Gilang juga. Hanya bukan Gilang Ramadhan seperti nama suaminya namun Kang Gilang Pambudi namanya. Tapi sih sama-sama wargi urang kata Gilang begitu. Artinya yaaah... sesama orang Sunda dilarang saling mendahului... hehe...

Rok Kulit Miniku Dulu: Marissa Haque

Life Style 80-an

Pernah menyukai pakai rok mini karena saat itu selain masanya juga karena merasa cukup langsing dan enak dilihat. Karena tidak ada yang melarang dan disekitarnya melakukan upaya gaya/life style yang mirip/sama.
Namun kalau ditanya apakah akan membiarkan bila dua gadisnya melakukan hal yang sama maka dengan tegas namun tak menggurui Marissa Haque mengatakan bahwa karena dia sekarang sudah berjilbab, alangkah lebih elok kalau dia menyarankan agar kedua putri gadisnya menurangi pertontonan aurat yang memang ternyata dilarang dialam Islam.
Hal yang kurang bermanfaat yang dilakukannya dimasa lalu tak ingin bagi Marissa ditiru oleh kedua putri gadisnya. Semua dilakukan dengan pendekatan persuasi dan disaat kecil melalui serangkaian dongeng sebelum tidur.

Dua Bidadari Ikang dan Marissa, Bella dan Kiki

Dua Bidadari Kami
Bella dan Kiki adalah kedua anak perempuan Ikang Fawzi dan Marissa Haque--Kakak tertua dari Soraya Haque Shahnaz Haque--hari-hari belakangan ini mulai berproses menjadi perempuan dewasa yang insya Allah matang seutuhnya.
Kedua orangtuanya memang berencana hanya ingin memiliki dua anak saja. Karena mereka meyakini keluarga sejahtera adalah keluarga kecil namun penuh cinta dan kasih sayang.

Soraya Haque Launching Produk PANTENE Terbaru


Produk PANTENE Terbaru: Soraya Haque Soekarno
Memiliki pengalaman sbagai peragawati senior, Soraya Haque sang Dara Tengah sering diminta sebagai pembawa acara atau bahkan pemateri terkait dengan acara kewanitaan.
Sering hal tersebut dilakukannya barena adik bungsunya Shahnaz Haque, sesekali juga mereka komplit kompak tampil bertiga. Namun ketiga dara Haque ini memang langganan dikontrak oleh produsen kosmetika raksasa dunia P&G, baik sendiri=sendiri maupun bertiga.
Kali ini P&G mengeluarkan produk terbaru shampoo untuk wanita.

Shanaz dan Gilang dalam Musik Jazz


The Jazz Mania... adalah identitas pasangan suami-istri ini. Gilang Ramadhan adalah bungsu dari Penyair terkenal Indonesia Ramadhan KH adal Bandung, Jawa Barat.
Dilahirkan dari keluarga ningrat Sunda dan diplomat karir membuat kemampuan bermusik Gilang mendapatkan tempat oengasahan terbaik didunia. Slaah satunya adalah dari UCLA, California, Amerika Serikat.

Shanaz dan Gilang dalam Keluarga & Musik Jazz

Keluarga & Musik Jazz

The Jazz Mania... adalah identitas pasangan suami-istri ini. Gilang Ramadhan adalah bungsu dari Penyair terkenal Indonesia ramdhan KH. DUlu dunia mereka berbeda namun semakin lama, apalagi setelah memiliki tiga orang 'buntut' hobi mereka berdua semakin mengerucut.
Terutama ketika ketiga putri merekapun ternyata senang menggebuk drum seperti ayahnya GIlang Ramadhan

Shahnaz Haque sang Penyiar Radio Deta FM untuk PAUD dan Keluarga


Shahnaz Natasya Haque Penyiar Radio Deta FM untuk PAUD dan Keluarga. Naaah... siapa tak kenal si 'cerewet' namun sangat kritis dan cerdas mantan None Jakarte bernama Shahnaz Haque? Dialah sang bungsu dari tiga dari dalam keluarga Haque.
Dara terbungsu ini kemudian menikah dengan penabuh drum terbaik Indonesia anak dari salah seorang penyair dan pujangga satra Indonesia Ramadhan KH. Kini mereka dikaruniai tiga gadis manis mungil-mungil.

The Haque Sisters Kompak Berdedikasi untuk PAUD Indonesia

The Haque Sisters Kompak Berdedikasi untuk PAUD Indonesia

Tiada kata terlambat untuk memulai diseminasi Bahasa Kasih bagi anak-anak Indonesia para calon pemimpin bangsa bagi Indonesia yang kelak insya Allah lebih bermartabat.

Indonesia tidak boleh memiliki generasi penerus yang lemah serta hanya banyak secar akuantitas namun berkualitas ibarat buih dilautan.

Medongeng itu Wajib!: Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Medongeng itu Wajib!

Anjuran dari Ikang Fawzi dan Marissa Haque

"Kami pasangan suami istri yang termasuk agak konvensional didalam mendidik kedua anak balita kami ," jelas Ikang Fawzi & istrinya Marissa Haque.

Karena melalui mendongeng sebenarnya kita dapat memasukkan value/nilai apapun juga pada masa golden moment balita kita. Tentulah dibarengi dengan gizi yang baik serta pola asuh-asah-asih yang sehat juga.



Tak kurang kitapun wajib menyeimbangkan menu dimeja makan dengan 4 sehat dan 5 sempurna, agar kelenjar myelin diujung dendrit balita kita kelak tebal. Sehingga mereka akan bertumbuh kembang menjadi anak-anak yang sehat lahir dan bathin serta dapat menjawab tantangan zaman kelak.

Mendongeng untuk Bella & Kiki Balita adalah Salah Satu Kesenangan Kami di Rumah: Ikang & Marissa

Kesenangan Mendongeng Ikang & Icha di Rumah: Pikiran Rakyat Bandung

Sebenarnya sejak kelahiran anak pertama kesenangan dan kemampuan Icha dan Ikang terhadap Story Telling semakin terasah. Bahkan tak lama setelah itu Marissa Haque memperoleh S2 pertamanya dari Universitas Katolik Atmajaya dalam bidang ilmu Terapan Linguistik Terapan Bahasa Inggris untuk Pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak Tuna Rungu.
PAUD dan Dunia Anak
Jarang banyak yang tahu bahwa pasangan artis terkenal ini sebenarnya adalah pasangan pecinta anak yang hanya ingin memiliki dua anak saja--lelaki atau perempuan sama saja. Mereka juga dengan sengaja berdua mengasah pengetahuan mereka dibidang pendidikan dan gizi balita. Tak heran keduanya kerap diundnag menjadi penyanyi dan pembawa materi seminar diseluruh Indonesia sejak perkawina mereka berdua pada 1987.

Kamis, 21 Januari 2010

Sekuat Tenaga Menghindari Perceraian: Marissa Haque

Kenapa Hanya para Istri yang Takut Kehilangan Suami? Kenapa tidak kita pikirkan bahwa para suami juga seharusnya takut juga kehilangan istrinya?Ah! Namun para pria usia 50 tahunan yang mengalami ANDROPAUSE sebenarnya lebih berbahaya karena dia tidak tahu bahwa dirinya tengah mengalami perubahan hormonal. Dia tidak menyadari jika perilakunya melukai perasaan pasangan sah dan anak-anak yang dilahirkan didalam perkawinan tersebut.Kalau perempuan jelas, menopause adalah perubahan dari pertama mendapatkan haid menjadi tidak mendapatkan haid lagi/berhenti secara berkala sampai akhirnya total sama sekali berhenti.

Mencoba Kalau Bisa Menghindari Perceraian

Pendidikan Anak Seimbang, Hidup Seimbang, Perhatian Seimbang, insya Allah antisipasi Perselingkuhan: Shahnaz Haque

17 Apr 09

Menyikapi Virus Cerai & Selingkuh Ala Shanaz Haque

Kata selingkuh dan cerai merupakan momok yang menakutkan bagi setiap pasangan suami-istri. Hampir setiap tahun tercatat sekitar 200 ribu pasangan yang mendaftarkan gugat cerai ke pengadilan. Tapi, bagi pasangan artis Shahnaz Haque dan Gilang Ramadhan, rumah tangga mereka termasuk harmonis. Kendati sering terjadi percekcokan. Dalam dialog ”Menyikapi Virus Cerai dan Selingkuh” yang diadakan Seksolog Dr Boyke Dian Nugraha, Shahnaz mengatakan, sebisa mungkin masalah itu diselesaikan dengan baik.Kendati caranya sangat klise yakni berkomunikasi dan saling pengertian.

Pasangan yang menikah selama lebih dari 8 tahun ini mengaku kalau dewasa ini semakin banyak artis yang merasa rumah tangga mereka kerap mengalami masalah sampai akhirnya rumah tangga yang dibina selama bertahun- tahun menjadi sulit untuk dipertahankan. Seperti pasangan Dewi Sandra dan Glenn Fredly atau Lusy Rachmawati dengan Jose Purnomo atau sederetan artis lain yang berusaha menyelesaikan masalah rumah tangga mereka di pengadilan. Bagi Shahnaz, sebelum masalah besar itu muncul, dia berusaha meluangkan waktu bersama suami. Kendati kehadiran 3 anaknya membuat mereka sulit untuk melakukan waktu berduaan. ”Kita berusaha selalu meluangkan waktu untuk berdua. Kita bertoleransi dan tidak menganggap 3 anak sebagai penghambat untuk menjaga keharmonisan kita berdua,”sebut Shahnaz. Bicara orang ketiga dalam rumah tangga, Gilang mengaku ketika dirinya berjanji untuk menikah, janji yang dilakukannya itu bukan dengan adik kandung Marissa Haque dan Soraya Haque ini. Tapi jangan salah sangka dulu, penabuh drum ini mengaku berjanji menikah dengan Tuhan. ”Karena saya takut dengan Tuhan dan itu yang membuat rumah tangga kita tetap harmonis. Kami percaya Tuhan itu ada,”jelasnya. ”Saya itu sibuk dengan pekerjaan saya.

Saya harus keliling Indonesia sehingga bisa lupa dengan istri dan anak. Jadi harus sering saling mengingatkan. Hidup ini harus seimbang saja,”sebutnya.

Jumat, 15 Januari 2010

Buku dan Pendidikan Mental: Ikang Fawzi

Wednesday, October 04, 2006

"Buku-buku rohani keagamaan memang telah memberi pencerahan," Tutur Ikang Fawzi (45), artis yang juga menjadi CEO di sebuah perusahaan properti. Setelah membaca beberapa buku karya kiai kondang, AA Gym, Ikang mengakui mulai merasa ada perubahan sikap dalam dirinya. Diakuinya, sikap percaya diri yang selama ini cenderung berlebihan mulai berkurang.
Terlepas dari proses hidup yang berkembang, usia yang sudah memasuki tahap kematangan. Laki-laki yang telah dikaruniai dua putri yang mulai menginjak remaja ini semakin enteng dalam menjalani hidup. Ia tidak lagi mempunyai keinginan untuk menjadi orang paling terkenal atau paling kaya sekalipun. "Yang paling penting dalam hidup, menjadi orang paling bermanfaat bagi masyarakat dan ikut dalam perubahan positif," tegasnya.

Meskipun demikian, selain menyukai buku-buku musik, suami dari artis cantik dan anggota DPR, Marissa Haque, ini tetap doyan dengan buku-buku bisnis. Mulai dari kiat-kiat bisnis, smart business hingga buku-buku manajerial yang menunjang pekerjaannya. Tak mengherankan jika Robert Kiyosaki menjadi salah satu sumber inspirasinya dalam menggali ide bisnis. Rich Dead Poor Dead adalah salah satu buku yang menurut dia banyak memadukan kebenaran dengan apa yang dilakukan selama ini. "Saya jadi tahu, ternyata McDonald’s besar bukan karena bisnis hamburgernya, tapi usaha propertinya yang mampu mendukung dalam menempatkan outlet-outlet McD yang strategis.Buah yang dipetik selama ini, selain karena usaha yang benar, rupanya juga tak lepas dari kebiasaannya meluangkan waktu untuk membaca apa saja selama dua jam sehari. Menurut laki-laki yang pernah tinggal di Belgia dan Jepang ini, informasi memang penting. Dan, informasi itu pun tidak mesti di dapat dari buku-buku. Karena apa pun yang sifatnya informatif, seperti surat kabar yang dibacanya setiap hari juga memberi nilai pengetahuan.

Tidak mengherankan jika berbagai jenis buku tersusun di ruang perpustakaannya yang cukup luas. Selain koleksi buku-buku yang membuat para penikmat buku pasti ingin mencicipi, komputer yang disediakan di perpustakaan itu juga difungsikan sebagai ruang kerja sekaligus tempat belajar. Dengan demikian, semua anggota keluarga tak terkecuali anak-anak juga bisa menggunakannya. Selain itu, rak buku yang disediakan di ruang keluarga juga menunjukkan Ikang Fawzi-Marissa Haque sebagai salah satu keluarga yang menganut buku boleh berserakan di mana-mana.

Sayangnya, kebiasaan Ikang untuk membaca dua jam sehari masih kalah jauh dibandingkan istri dan anak-anaknya. "Saya ini termasuk paling tidak rajin membaca buku," akunya. Sebagai anak mantan diplomat, semasa kecil Ikang mesti mengikuti orangtuanya berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Risiko menemui nilai dan budaya baru pun dirasakannya. Meskipun ia sempat kesengsem dengan Asterix-Obelix dan Tintin, kecintaan terhadap komik Bharatayuda-nya RA Kosasih tidak luntur. Bahkan komik-komik Jepang tidak diliriknya.

Sumber : Kompas , 23 April 2005

Jihad Cinta dalam PAUD: Shahnaz Haque

Majalah Al Madinah

Mendidik dan Memberdayakan
Salam, Jumat, 18 Desember 2009
Jangan sekalipun Anda membayangkan jihad di sini sebagaimana yang banyak diteriakkan oleh para terpidana kasus terorisme. Sama sekali tak ada kaitannya dengan pengeboman tempat-tempat tertentu. Karena, seperti berulangkali ditegaskan oleh para ulama, pemaknaan jihad sebagai penyerangan terhadap kelompok lain yang dianggap kafir adalah tafsir yang salah dan menyesatkan. Karena itu, pemakanaan jihad yang benar harus ditanamkan sejak usia dini kepada generasi bangsa.
Pada edisi ini, Shahnaz Haque, duta anak PBB, hendak berbagi informasi seputar cara mengajarkan jihad (dengan arti membangun mentalitas pantang menyerah dalam kebaikan) kepada anak. Memang tidak mudah, akan tetapi juga tidak sulit dilakukan. Tentu dengan kesabaran dan kesadaran mendalam dari para orangtua. Berikut hasil petikan wawancara SR Jannah dari Al Madinah melalui surat elektronik dengan istri dari drummer terkenal Gilang Ramadhan itu.

Generasi muslim dinilai oleh banyak kalangan, gagap dan tidak tanggap terhadap perubahan zaman tanpa hanyut di dalamnya. Buktinya, jihad dakwah dan jihad pendidikan tak mampu menopang penyiapan generasi yang mumpuni sesuai nasehat Ali Bin Abi Thalib R.A, “Jangan paksakan anakmu untuk menjadi seperti kamu, karena dia diciptakan bukan untuk zaman kamu.” Akibatnya sudah kita rasakan, jihad banyak dimaknai oleh sebagian putra bangsa sebagai bom bunuh diri, seperti terjadi belakangan ini. Bagaimana Anda menjelaskan fenomena?

Hidup bukan hidup kalau datar-datar saja, atau senang-senang saja. Sabda Allah dalam Al Quran dan mungkin juga ada dalam kitab suci agama lain bahwa akan Aku gilir-gilirkan hari ini di antara kamu.

Nah, ada saja yang mungkin terjadi dalam kehidupan kita yang membuat kita berada dalam situasi krisis, misalnya bencana terhadap pemahaman jihad anak-anak muslim, hingga sekarang marak terjadi bom bunuh diri. Coba ditengok lebih cerdas. Anak-anak yang terbawa dalam kelompok itu ialah mereka yang sering mengalami bencana dalam rumah sendiri. Hal itu membuat mereka berada dalam situasi krisis, sebab melihat orangtuanya tidak memahami mereka. Perseteruan yang tidak terselesaikan di rumah dan segudang masalah lainnya, berakibat fatal.

Jarang kita melihat, anak yang tahu bahwa di rumahnya hangat, dia mencari cinta di luar rumah. Jadi yang harus dibetulkan bukan pelajaran agamanya dulu! Tapi ilmu parenting di keluarga, ilmu komunikasi antara orangtua dan buah hati. Komunikasi yang benar bukan dalam bentuk perintah satu arah dari orangtua kepada anak. Tidak masuk akal bukan, kalau komunikasi yang dilandasi kepercayaan, orangtua masih kecolongan juga?

Nah bagaimana menjalani situasi ini dengan tenang dan berupaya keluar dari masalah tanpa terlalu stres, ternyata juga butuh ilmu. Jadi simpelnya, jika ingin melakukan perbaikan, perbaikilah yang di depan mata dulu. Lihat sambungan hati dengan anak, rancang komunikasi yang baik, baru isi ilmu kebaikan tersebut!

Toleransi tanpa ketegasan adalah ketidakberdayaan, ketegasan tanpa ilmu adalah keberingasan. Oleh karenanya, toleransi perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita terhadap mereka yang tidak seiman atau berbeda pemahaman. Akan tetapi toleransi tanpa ilmu adalah kelemahan dan rendah diri. Nah, bagaimana menerapkan kaidah ini dalam kehidupan kita sehari-hari kepada anak-anak kita?Ada hal yang bisa kita pertanyakan, tetapi ada yang tidak dan harus diterima sebagai takdir. Nah kalau yang satu ini masih bisa dipertanyakan pada diri sendiri, ambil waktu untuk merenung, "Apakah saya sudah mencontohkan sikap toleransi tersebut kepada anak saya?

"Tindakan beribu kali lebih baik dari berjuta kata! Jangan lupa, kini giliran kita untuk menjadi madrasah yang hebat untuk anak-anak. Selama ini banyak dari kita sibuk dengan emosinya sendiri. Berbagai bentuk emosi negatif ada di kepala kita; marah, sedih, rasa bersalah, penyesalan yang tidak habis-habis, dan lain-lain. Lalu kapan kita mau menjadi contoh?Jadi kalau kita ingin anak kita membawa rahmat untuk semesta alam, kita harus jadi orang yang waras dan sehat jiwanya dulu. Jangan terlalu lama lihat kaca belakang, toh kalau mau lihat ke belakang juga pakai kaca spion kan? Karena yang penting lihat ke depan, kalau tidak, bisa menabrak!

Intinya jadilah orang yang penuh dengan cinta. Karena Allah juga memperkenalkan diri melalui sifat yang feminin terlebih dulu, di mana kasih, cinta penuh terhadap makhluk, sebelum sifat maskulinnya keluar seperti Maha Kuat.

Mempersiapkan anak yang mampu menggumuli masa depan tentu dibutuhkan kerja ekstra keras. Misalnya dengan tidak menggantikan kehangatan, belaian, dan perhatian orangtua dengan benda-benda mati seperti alat permainan yang melenakan. Persoalannya, tidak mudah mengatur kualitas dan kuantitas peranan orangtua tersebut pada orangtua yang sibuk bekerja di luar rumah sepanjang hari. Bagaimana mengatasi hal ini menurut Mbak?

Sederhana, jangan panik! Walaupun sibuk, jangan dipikir “Semua harus dilakukan sekarang!” Tapi yang lebih penting harus dilakukan dengan benar dan tepat. Ingat, walaupun orangtua bekerja, tetap kita akan pulang ke rumah. Sesampai di rumah memang konsentrasi khusus kepada mereka, bukan meneruskan pekerjaan kantor.

Ingat prinsip bahaya dan kesempatan, hindari untuk melihat bahaya terlalu pintar jadi kehilangan melihat adanya kesempatan. Maksud saya, setelah kita melakukan pengasuhan dengan baik, tapi tetap anak melakukan sesuatu yang salah sehingga hati kita terluka, pahamilah itu sebagai krisis dari paket ujian. Hikmahnya, kita semakin bijak menghadapi hidup.

Jadi jangan pergi ke tempat kerja dengan setumpuk rasa bersalah, atau membayar dengan mainan mahal. Sikap utama bagi orangtua yang bekerja adalah syukur, sabar, shalat, dan tegar. Syukur, tenaga dan ilmunya masih terpakai untuk bekerja, karena tempat pekerjaan adalah ladang ibadah Anda. Sabar bahwa Anda akan letih sekali, harus bekerja sekaligus mengasuh anak, jangan mengeluh. Karena banyak orang yang menganggur dan mandul, tidak punya anak. Anda diberi keduanya. Shalat adalah tempat untuk mengambil energi buat berjalan ke depan. Tegar apabila ada masalah. Ingat ilmunya, anak akan ikut apa yang dicontohkan ibu- bapaknya.

Sumber: http://majalahmadinah.blogspot.com/2009/12/mengajarkan-jihad-sejak-dini.html

Soraya Haque Soekarno, Adik Marissa Haque, Ipar Ikang Fawzi

Soraya Haque Soekarno, Adik Marissa Haque, Ipar Ikang Fawzi
Soraya Haque Soekarno, Adik Marissa Haque, Ipar Ikang Fawzi

Bulan Madu Pertama, Rumah Ikang & Marissa, September 1986, Mannheim,West Germany

Bulan Madu Pertama, Rumah Ikang & Marissa,  September 1986, Mannheim,West Germany
Bulan Madu Pertama, Rumah Ikang & Marissa, September 1986, Mannheim,West Germany

Ungkapkan I Love You, Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Tebet Timur.jpg.jpg

Ungkapkan I Love You, Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Tebet Timur.jpg.jpg
Ungkapkan I Love You, Ikang Fawzi dan Marissa Haque, Tebet Timur.jpg.jpg

Ikang Fawzi's Ballerina, Marissa Grace Haque Once Upon a Time

Ikang Fawzi's Ballerina, Marissa Grace Haque Once Upon a Time
Once Upon a Time Marissa Haque was a Ballerina

Era Mini Zona 80 Marissa Haque

Era Mini Zona 80 Marissa Haque
Rok Kulit Mini-mini Marissa Haque

Entri Populer